Tidak bisa dipungkiri bahwa sepeda motor modifikasi untuk difabel sudah menjamur di jalanan. Sebagian besar pasti sudah pernah melihat atau bahkan mengendarainya. Sepeda motor modifikasi sespan atau sepeda motor modifikasi roda tiga merupakan alat transportasi untuk difabel yang aktif keluar rumah. Mereka sangat mengandalkan motor sespan tersebut. Bahkan, dapat dikatakan motor sespan sudah merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan begitu saja.\r\n\r\nMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, motor sespan adalah sepeda motor gandeng beroda tiga. Hal yang perlu diperhatikan sebelum memodifikasi sepeda motor adalah menyiapkan sepeda motor yang akan disambung. Dana yang dikeluarkan berkisar Rp 1,5 juta – Rp 3 juta. Dana tersebut dapat disesuaikan dengan bahan pembuatan, kualitas, dan wilayah bengkel pembuatannya.\r\n\r\nModifikasi sepeda motor dapat dibuat dalam berbagai ragam sesuai fungsi dan kebutuhannya. Misalnya, pijakan untuk difabel polio akan berbeda dengan pijakan untuk difabel amputasi. Pengguna kursi roda yang aktif berpindah tempat memerlukan sepeda motor yang pas baginya.\r\n\r\nSejauh ini ada tiga jenis motor sespan yang biasa digunakan. Pertama, sespan dengan bak di samping sepeda motor yang memungkinkan difabel dapat berpindah ke sepeda motor dari bak tersebut, jenis motor ini memungkinkan para difabel yang menggunakan kursi roda, karena memang motor modifikasi ini didesain untuk mengangkut kursi roda yang difabel itu gunakan.\r\n\r\nKedua, sespan dengan bak di samping sepeda motor, namun didesain untuk difabel tidak perlu berpindah ke sepeda motor. Biasanya motor modifikasi ini digunakan para difabel jenis paraplegi yang memang kesulitan dalam transfer tempat duduk. Dan itu semua dilakukan untuk meminimalkan terjadinya luka tekan atau dekubitus yang sering menyerang paraplegi.\r\n\r\nKetiga, sespan tanpa bak. Sespan ini didesain dengan memodifikasi dan menambah roda belakang pada sepeda motornya. Dengan jenis motor modifikasi ini, para difabel polio ringan yang masih bisa berjalan tanpa kursi roda. Alangkah indahnya difabel yang masih awam atau kurang paham dengan jenis motor modif atau sespan yang akan menjadi kuda besi untuk melangkah keluar rumah sebaiknya carilah pendapat yang baik, karena setiap jenis disabilitas yang dimiliki setiap difabel akan memengaruhi nyaman atau tidaknya difabel mengendarai jenis sespan yang akan dibuat.\r\n\r\nPerawatan sepeda motor modifikasi ini sama seperti motor-motor lainnya. Hanya saja, pengguna perlu memperhatikan pula perawatan bak di sampingnya. Contohnya, bagaimana kondisi material pembuatan baknya? Apakah masih bagus atau sudah karatan? Bagaimana dengan sekrup-sekrup yang mengaitkan satu bagian dengan bagian lainnya? Tujuan memperhatikan bak sespan tidak hanya untuk keamanan dan keselamatan pengguna saja, tetapi juga untuk para pengguna kendaraan lain di jalan-jalan.\r\n\r\nHal-hal semacam ini harus dicek minimal 2 bulan sekali, termasuk servis sepeda motor. Bagi penyandang disabilitas yang belum dan berniat membuat sepeda motor modifikasi, ayo segera buat untuk keperluan berkendara. Jangan lupa memakai helm standar, membawa STNK dan SIM, serta memperhatikan peraturan rambu-rambu lalu lintas. Selamat berkendara!